# Kolak: Arti dan Peran dalam Selamatan

Kolak adalah makanan manis dari pisang, ubi, atau labu yang dimasak dengan santan dan gula merah. Kolak sering ikut disajikan dalam selamatan Jawa, kadang berpasangan dengan apem.

- Bahan umum: Pisang, ubi, labu
- Kuah: Santan dan gula merah

## Arti kolak

Kemunculan kolak dalam tradisi masyarakat Jawa tidak dapat dilepaskan dari perkembangan syiar keagamaan. Di Jawa, kegiatan keagamaan sejak dahulu sering berpadu dengan budaya serta makanan tradisional yang telah dikenal masyarakat.

Fadly Rahman (Sejarawan kuliner Universitas Padjadjaran) menyebut makanan juga pernah menjadi salah satu media dalam penyebaran ajaran agama. Hal tersebut tidak hanya terjadi dalam perkembangan Islam, tetapi juga dalam kegiatan misionaris Kristen.

Sebelum kolak dikenal luas dalam tradisi masyarakat Muslim, gerakan misionaris Kristen juga memperkenalkan berbagai jenis kue, termasuk kue kering seperti nastar dan kastengel. Seiring waktu, makanan tersebut justru mengalami proses akulturasi dan menjadi bagian dari sajian yang biasa ditemukan dalam perayaan keagamaan.

Hal serupa dapat dilihat pada tradisi kolak. Masyarakat Jawa sejak lama memiliki berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, salah satunya selamatan atau ruwatan. Dalam kegiatan tersebut, doa dan ungkapan rasa syukur biasanya disertai dengan hidangan untuk dinikmati bersama.

Catatan orang-orang Belanda pada masa lalu bahkan menggambarkan selamatan sebagai semacam pesta makan masyarakat Jawa. Padahal, makan bersama hanyalah salah satu bagian dari rangkaian tradisi tersebut. Inti selamatan adalah ungkapan syukur kepada Tuhan yang kemudian dilengkapi dengan jamuan makanan.

Kebiasaan menikmati makanan manis juga berlanjut dalam tradisi berbuka puasa. Pada masa lalu, masyarakat Jawa disebut memiliki kecenderungan memilih makanan atau minuman bercita rasa manis ketika berbuka. Sementara itu, kurma yang sekarang mudah ditemukan di Indonesia dahulu dianggap sebagai bahan pangan yang relatif mewah dan tidak semudah sekarang untuk diperoleh.

Kondisi tersebut membuat masyarakat memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di lingkungan mereka. Pisang, kelapa, ubi, dan gula merah kemudian menjadi pilihan yang praktis untuk menghasilkan hidangan manis.

Dari perpaduan antara kebiasaan kuliner, ketersediaan hasil bumi, serta perkembangan tradisi keagamaan inilah kolak kemudian semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Hingga kini, kolak bukan sekadar makanan pembuka saat berbuka puasa, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi kuliner yang memiliki perjalanan sejarah dan budaya yang panjang.

## Dalam selamatan

Di sebagian daerah, kolak dipasangkan dengan [apem](/glosarium/apem/) sebagai bagian dari [ubarampe](/glosarium/ubarampe/). Tidak semua keluarga memakainya, jadi cocokkan dengan kebiasaan setempat.

## Sumber Referensi

- [Kolak dan Kebiasaan Masyarakat Jawa Konsumsi Makanan Manis](https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20240320102408-262-1076522/kolak-dan-kebiasaan-masyarakat-jawa-konsumsi-makanan-manis)

URL: https://kalkulatormenghitungselamatanorangmeninggal.com/glosarium/kolak/
Diperbarui: 2024-10-08
