Matangpuluh Dina (Patang Puluh Dina): Selamatan 40 Hari dan Cara Menghitungnya
Matangpuluh dina (patang puluh dina) adalah selamatan hari ke-40 setelah wafat. Selamatan ini jatuh 39 hari setelah hari wafat, pada hari ke-5 dan pasaran ke-5 (rumus masarma).
- Jatuh pada
- 39 hari setelah hari wafat
- Rumus
- masarma (5/5)
- Geser
- +4 hari, +4 pasaran
Arti matangpuluh dina
Matangpuluh dina adalah selamatan hari ke-40 dalam rangkaian selamatan orang meninggal.
Cara menghitung matangpuluh dina
39 hari sama dengan lima pekan lebih empat hari dan tujuh pasaran penuh lebih empat hari. Karena itu hari dan pasaran sama-sama bergeser empat. Rumus sandinya masarma, singkatan hari ke-5 dan pasaran ke-5.
Karena hari wafat dihitung sebagai hari ke-1, hasilnya tidak sama dengan menambahkan jumlah hari di kalender biasa. Hari dan pasaran harus dihitung bersama sebagai weton.
Contoh perhitungan
Wafat pada Jumat Legi, maka matangpuluh dina jatuh pada Selasa Kliwon. Wafat pada Senin Legi, hasilnya Jumat Kliwon.
Perbedaan menurut daerah
Praktik selamatan dapat berbeda antar daerah dan keluarga. Cocokkan hasil hitungan dengan kebiasaan setempat dan tanyakan kepada sesepuh bila ada keraguan.