Weton: Arti, Cara Menghitung, dan Perannya dalam Selamatan

Weton adalah gabungan hari (saptawara, 7 hari) dan pasaran (pancawara, 5 hari), misalnya Jumat Legi. Weton wafat menjadi dasar semua hitungan selamatan orang meninggal. Weton yang sama berulang setiap 35 hari.

Susunan
Hari (7) + pasaran (5)
Berulang
Setiap 35 hari (selapan)
Contoh
Jumat Legi

Arti weton

Weton terdiri dari dua nama: hari dalam pekan (Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal punya satu weton, misalnya Jumat Legi.

Mengapa weton penting untuk selamatan

Semua selamatan orang meninggal dihitung dari weton hari wafat. Hari digeser sesuai pekan tujuh hari dan pasaran digeser sesuai siklus lima hari. Karena itu menambah jumlah hari saja tidak cukup untuk menemukan tanggal nyewu atau matangpuluh dina.

Siklus 35 hari

Pekan tujuh hari dan pasaran lima hari bertemu kembali setiap 7 × 5 = 35 hari. Satu putaran ini disebut selapan, sehingga Jumat Legi berulang setiap 35 hari.

Contoh

Pada 17 Agustus 1945 jatuh pada Jumat Legi. Weton yang sama muncul lagi tepat 35 hari kemudian.

Sumber

  • KapanLagi

Istilah terkait

  • PasaranSiklus lima hari Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon
  • GeblagHari wafat sebagai hari ke-1 dan dasar semua hitungan
  • NyewuSelamatan hari ke-1000, penutup rangkaian besar