Tahlilan: Arti, Pelaksanaan, dan Kaitannya dengan Selamatan

Tahlilan adalah pembacaan tahlil (kalimat la ilaha illallah), zikir, dan doa bersama yang sering digelar untuk mendoakan orang yang meninggal. Acara ini biasanya dipimpin tokoh yang dituakan dan diakhiri dengan jamuan.

Isi
Tahlil, zikir, doa
Biasanya disertai
Jamuan dan berkat

Arti tahlilan

Tahlilan sudah lama mengakar dalam kehidupan sebagian besar umat Islam di Indonesia. Ada yang mengadakannya secara rutin setiap pekan, ada pula yang menggelarnya saat keluarga atau tetangga berpulang ke rahmatullah.

Pada hakikatnya, tahlilan adalah wujud nyata dzikir bersama yang menghidupkan hati, mempererat ukhuwah, serta mengingatkan manusia pada kehidupan akhirat.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian bacaan tahlilan meliputi ayat-ayat Alquran, kalimat tauhid, istighfar, tasbih, shalawat, dan doa untuk sesama, khususnya bagi mereka yang telah lebih dulu meninggalkan dunia.

Tentu setiap orang berharap kelak didoakan dengan kebaikan setelah wafat. Doa tahlil yang dibaca pada penutup acara memuat harapan-harapan baik tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tahlilan merupakan amalan yang sangat baik untuk dilakukan.

Tahlilan akan terasa lebih bermakna bila disertai penghayatan terhadap arti setiap lafaz yang dibaca. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk turut memahami kandungan maknanya.

Waktu pelaksanaan

Di sebagian daerah tahlilan digelar pada malam-malam pertama setelah wafat dan pada peringatan 3, 7, 40, 100, dan 1000 hari, sehingga menyatu dengan rangkaian selamatan.

Perbedaan pandangan

Sebagian umat menganggap tahlilan baik, sebagian lain tidak menganjurkannya. Uraiannya ada di hukum tahlilan.

Istilah terkait

  • YasinanPembacaan surat Yasin bersama
  • Hukum tahlilanPerbedaan pandangan: sunnah, boleh, atau bid'ah
  • SelamatanKenduri doa bersama; untuk orang meninggal digelar pada hari tertentu
  • Doa arwahDoa untuk orang yang telah wafat