Almarhum dan Almarhumah: Arti dan Cara Memakainya
Almarhum adalah sebutan hormat untuk laki-laki yang telah wafat, sedangkan almarhumah untuk perempuan. Kata ini berasal dari bahasa Arab dan bermakna orang yang mendapat rahmat.
- Laki-laki
- Almarhum
- Perempuan
- Almarhumah
Di Indonesia, sudah menjadi kebiasaan untuk menyebut seseorang yang telah meninggal dengan awalan almarhum untuk laki-laki dan almarhumah untuk perempuan. Namun, apa sebenarnya makna kedua istilah tersebut, dan bagaimana etika penggunaannya?
Asal kata almarhum dan almarhumah berasal dari bahasa Arab, yang secara harfiah bermakna laki-laki atau perempuan yang dirahmati atau dikasihi. Kata tersebut kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dan mengalami perubahan makna. Dalam bahasa Indonesia, almarhum atau almarhumah digunakan untuk:
- Menyebut seseorang yang telah meninggal, misalnya: almarhum Bapak Ahmad.
- Merujuk kepada seseorang yang telah meninggal dalam sebuah kalimat, misalnya: Almarhum pernah belajar ke Mesir.
Meskipun maknanya dalam bahasa Indonesia telah mengalami perubahan, penggunaan kata almarhum dan almarhumah pada dasarnya tetap mengandung unsur doa bagi orang yang telah meninggal, terutama dalam konteks umat Islam.
Misalnya, ketika kita mengatakan “almarhum Bapak Ahmad”, selain menunjukkan bahwa beliau telah wafat, istilah tersebut juga dapat dipahami sebagai doa: “Semoga Allah merahmati dan mengasihi beliau.”
Ungkapan tersebut sejalan dengan istilah dalam bahasa Arab, yaitu “rahimahullah”, yang berarti “semoga Allah merahmatinya.”
Dengan demikian, penyebutan almarhum atau almarhumah bukan sekadar penanda bahwa seseorang telah meninggal dunia, tetapi juga dapat menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar Allah memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada orang yang telah wafat.
Perbedaan Almarhum dan Almarhumah
Perbedaan keduanya terletak pada penggunaannya berdasarkan jenis kelamin.
| Istilah | Penggunaan |
|---|---|
| Almarhum | Laki-laki yang telah meninggal |
| Almarhumah | Perempuan yang telah meninggal |
Contohnya, “almarhum Bapak Hasan” digunakan untuk laki-laki, sedangkan “almarhumah Ibu Aminah” digunakan untuk perempuan.
Bentuk almarhumah merupakan bentuk feminin dari almarhum.
Apa Singkatan Almarhum?
Dalam penulisan, almarhum sering disingkat menjadi alm. Sementara itu, almarhumah dapat ditulis almh. dalam penggunaan yang umum dijumpai.
Contohnya:
- Alm. Ahmad
- Almh. Aminah
Tanda titik merupakan bagian dari penulisan singkatan tersebut. Untuk tulisan yang bersifat formal, penulis sebaiknya memperhatikan kaidah singkatan dan konteks penggunaannya.
Contoh Penggunaan Kata Almarhum
Berikut beberapa contoh penggunaan kata almarhum dalam kalimat:
- Almarhum dikenal sebagai orang yang rajin dan baik hati.
- Keluarga mengenang almarhum dengan penuh kasih.
- Semoga keluarga diberikan ketabahan atas kepergian almarhum.
- Banyak orang menghadiri pemakaman almarhum.
Doa untuk Almarhum ayah
Dalam konteks keagamaan, ucapan dan doa untuk almarhum juga sering disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan. Kunjungan kerabat untuk menghibur dan mendoakan disebut takziah.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Arab-latin: Allohummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia.”
Doa untuk Almarhumah
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا
Arab-latin: Allohummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia.”
Doa Sebelum Baca Yasin Untuk Almarhum dan Almarhumah
Urutan dan Bacaan Doa Sebelum Yasin (Tawasul)
- Membaca Istigfar sebanyak 3 kali: Astaghfirullahal ‘adzim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih.
- Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, Keluarga, dan Sahabat:
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَاَوْلَادِه وذُرَّيَّا تِهِ اَلْفَاتِحَه
(Ilaa hadhrotin Nabiyyil Mushthofaa, Muhammadin shollallohu ‘alaihi wa sallam, wa aalihii wa azwaajihii wa aulaadihii wa dzurriyaatih, Al-Faatihah) -> Dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah.
- Tawasul kepada Ahli Kubur / Almarhum:
ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُورِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَخُصُوصاً إِلَى رُوحِ
(sebutkan nama almarhum/almarhumah), al-Fatihah…
(Thumma ilaa jamii’i ahlil qubuuri minal muslimiina wal muslimaati wal mu’miniina wal mu’minaati, khushuushan ilaa ruuhi [Sebutkan nama almarhum/almarhumah], Al-Faatihah) -> Dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah.
- Setelah itu, mulailah melafalkan Surah Yasin dari ayat 1 sampai selesai (ayat 83).
Untuk bacaan Tahlil dan Doa Arwah yang lebih lengkap bisa kunjungi link berikut: [Tahlil dan Doa Arwah]
Kesimpulan
Almarhum adalah istilah yang digunakan untuk menyebut laki-laki yang telah meninggal dunia, sedangkan almarhumah digunakan untuk perempuan. Istilah ini berasal dari bahasa Arab dan telah menjadi bagian dari penggunaan bahasa Indonesia.
Memahami arti dan penggunaannya membantu kita menulis nama serta menyampaikan ucapan duka dengan lebih tepat dan sopan.
Mendoakan almarhum juga dilakukan saat ziarah kubur, yaitu mengunjungi makam untuk memanjatkan doa bagi mereka yang telah wafat.
Jika Anda sedang mencari istilah, arti kata, atau informasi seputar perhitungan tanggal dan waktu, gunakan kalkulator dan panduan lainnya di situs ini untuk membantu kebutuhan Anda.